Memahami Potensi Risiko Penurunan Dividend Payout Ratio di Saham Big Bank
Kami sempat membahas terkait kekhawatiran CAR BMRI ke 17% terhadap potensi penurunan payout ratio. Namun, dalam jangka pendek harusnya tidak terjadi, kami buat skenario terburuknya di sini.
Mikirduit – Saham Big Bank telah berubah menjadi saham dividen yang menarik. Bahkan, BBCA dengan harga per 30 Juli 2026 bisa memberikan potensi dividend yield hingga 5 persen. Namun, bagaimana keberlanjutan era dividen jumbo saham big bank ini?
Kami sempat menyoroti realisasi tingkat capital adequacy rasio (CAR) BMRI yang turun ke 17,52 persen. Angka ini mendekati level terendah sejak 2014. Sekilas, kami langsung menilai ada potensi penurunan payout rasio dividen untuk menjaga tingkat CAR berada di level yang cukup aman.
Secara aturan, perkembangan CAR terus berubah. Sejak diterapkan pada 2013 dengan basel 3 minimal 8 persen, kini sudah ada beberapa instrumen pendukung untuk mengukur risiko bisnis bank tersebut.
Penurunan CAR dalam level tertentu bisa membatasi aktivitas saham bank dalam membagikan dividen.
Dalam perkembangannya, penentuan pembatasan distribusi laba sebagai dividen dilakukan melalui indikator CET 1 (Modal Inti) for Buffer %. Jadi, jika kondisi CET 1 for Buffer di bawah dari batas minimal, bank tersebut harus mulai mengurangi rasio pembagian dividen untuk memperkuat permodalan.
Jika dilihat, tren CAR yang mulai turun di bawah 20 persen ada BMRI (data kuartal II/2026) di 17,52 persen dan BBNI (data kuartal I/2026) di 18,53 persen.
Lalu, apakah itu tanda dividen bisa dipangkas pada tahun depan?