Target Jumbo Kapasitas PLTS, Berikut Saham-saham yang Bisa Dilirik

Saham PLTS punya momentum dari rencana ekspansi jumbo pemerintah meningkatkan daya dari pembangkit listrik matahari. Apakah bisa terealisasi? simak saham yang menarik dipantau di sini

Share
saham PLTS

Mikirduit – Pemerintah Indonesia lagi gencar dalam pembangunan PLTS dengan target hingga 100 GW. Bahkan, kabarnya akan melakukan tender 30 GW di sisa tahun ini. Apakah ini peluang untuk saham terkait PLTS? 

Rencana pemerintah Indonesia dalam membangun PLTS memang cukup serius. Target yang dicanangkan mulai dari kapasitas 100 GW, rencana pembangunan kelistrikan mencapai 48.000 km sirkuit transmisi, hingga gardu induk sekitar 108.000 mega volt ampere.

Proyek PLTS ini akan mencakup 80 GW PLTS di tingkat desa dan 20 GW PLTS skala utilitas. PLTS akan dibangun di 80.000 desa dengan kapasitas 1 MW per desa dan total penyimpanan energi baterai (BESS) sekitar 320 GW.

Namun, detail lelang awal 30 GW ini seperti apa, apakah untuk desa atau utilitas terlebih dulu. Lalu, siapa yang diuntungkan dari proyek ini? 

Sektor yang Diuntungkan

Ada beberapa sektor yang diuntungkan dari proyek ini:

  • Pihak pengembangan PLTS 
  • Manufaktur yang memproduksi bagian-bagian pendukung PLTS
  • Pasir silika

Saham yang Membangun PLTS

Ada beberapa saham yang membangun PLTS seperti KEEN, ARKO, TOBA, ADRO MEDC, PTBA, ITMG, FUTR, SOLA,UNTR. Secara khusus, yang fokus di pembangkit energi baru terbarukan antara lain, KEEN, ARKO, dan FUTR. Lalu, yang menarik ada di PTBA dan ITMG yang berencana menjadikan lahan bekas tambang menjadi area PLTS skala besar.

Untuk TOBA, ADRO, MEDC punya PLTS untuk ekspor ke Singapura dan daerah sekitarnya. Sementara itu, UNTR masih sangat terdiversifikasi, sedangkan SOLA skala PLTS masih sangat kecil dan juga bercampur dengan status manufaktur PLTS.

Lalu, bagaimana perencanaan kapasitas tambang mereka?