Edisi Saham di Bawah Rp100: Saham JKON Diskon dengan Kemampuan Bangun Data Center, Tapi Risiko Eksposure Jumbo di Proyek Pemerintah

Edisi saham di bawah Rp100 yang menarik dilirik kali ini akan membahas terkait saham JKON, saham kontraktor swasta yang punya banyak eksposure di proyek pemerintah. Tapi, dia punya kemampuan dan produk pembangunan data center juga. Menarik?

Share
saham JKON

Mikirduit – Saham dengan harga di bawah Rp100 per saham, tapi masih di atas Rp50 per saham yang berpotensi menarik. Siapa saja?

Kami melakukan screening dasar untuk saham yang harganya di bawah Rp100 per saham, tapi masih di atas Rp50 per saham dengan kombinasi metriks:

  • Maksimal total lembar saham di bawah 20 miliar lembar
  • Tingkat price to book value (PBV) saat ini di bawah PBV dalam 3 tahunnya
  • Tingkat free float tidak lebih dari 50 persen, tapi di atas 10 persen
  • Lalu, diurutkan dari market cap terbesar.

Dari screening itu ada 51 saham pilihan. Sebelumnya, kami reminder, saham-saham ini berpotensi memiliki volatilitas tinggi. Pasalnya, kami mencari saham yang secara Supply free float tidak terlalu besar. Sehingga potensi upside bisa cukup cepat, hanya saja risikonya juga tinggi.

Sehingga, jika tertarik masuk ke saham-saham ini bisa atur alokasi modal tidak sebesar masuk ke saham big caps (blue chip hingga secondliner tier atas). 

Kinerja JKON per Semester I/2026 yang Mencatatkan Turnaround

Saham PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk. (JKON) memiliki PBV sebesar 0,41 kali dengan PBV rata-rata 3 tahun-nya sekitar 0,46 kali. Jumlah share outstanding sekitar 16,31 miliar lembar dengan free float 16,54 persen. Meski, secara catatan, total pemegang saham di atas 1 persen mencapai 81,69 persen.

Pemegang saham di atas 1 persennya antara lain:

  • PT Pembangunan Jaya sebagai pengendali sebesar 60,89 persen
  • Jaya Jasa Niaga dengan porsi 4,29 persen
  • Yayasan Pendidikan Jaya dengan porsi 2,53 persen
  • Private Bank BNP Paribas sebesar 2,41 persen
  • Indopremier Sekuritas sebesar 2,23 persen
  • Medya Lengkey dengan porsi 2,18 persen
  • Ungkoro Darmosusilo sebesar 2,1 persen
  • PT Iramaperkasa Suaraagung ebesar 1,4 persen
  • Boediman Soekrisman sebesar 1,36 persen
  • PT Budimulia Investama sebesar 1,15 persen dalam bentuk scrip (non-scripless) sehingga tidak bisa dianggap free float
  • PT Penta Cosmopolitan pegang 1,15 persen dalam bentuk scrip (non-scripless) sehingga tidak bisa dianggap free float.

JKON punya tiga lini bisnis, yakni Jaya Konstruksi yang membangun infrastruktur hingga gedung, Jaya Mekanikal dan Elektrikal untuk instalasi dan maintenance kebutuhan gedung, fasilitas publik, dan infrastruktur, serta Jaya Beton Pracetak.

Hingga semester I/2026, JKON mencatatkan turnaround story dengan posisi laba bersih senilai Rp150 miliar dibandingkan dengan rugi Rp15,9 miliar pada periode sama tahun sebelumnya.

Faktor pendorongnya antara lain:

Pertama, Pendapatan tumbuh 67,7 persen menjadi Rp2,14 triliun. Pendapatan itu didorong dari segmen konstruksi dengan porsi terbesar mampu mencatatkan pertumbuhan 122 persen menjadi Rp845 miliar, serta aspal yang naik 102 persen menjadi Rp571 miliar.