Prospek Saham CDIA, Begini Peluang dan Risiko dari Ekspansi Jumbonya

Saham CDIA memiliki banyak agenda ekspansi yang mulai terlaksana di semester II/2026. Dengan posisi harga saham saat ini yang masih sideways di bawah Rp800 per saham, seberapa menarik sahamnya?

Share
saham CDIA

Mikirduit – PT Chandra Daya Investasi Tbk. (CDIA) menjadi salah satu saham Prajogo Pangestu yang pergerakan harga sahamnya belum terlalu signifikan. Lalu, apakah menjadi saham yang cukup menarik?

CDIA memiliki peluang yang lebih menarik, meski tetap ada risikonya. Beberapa yang menjadi perhatian daya tarik CDIA antara lain:

Pertama, CDIA baru saja menambah 2 kapal tanker kimia, yakni Boreas dan Novah dengan kapasitas masing-masing 9.000 DWT.

Untuk Novah sudah melakukan pelayaran dan penyandaran perdana pada semester I/2026. Lalu, Boreas juga dipersiapkan untuk melayani rute domestik sampai Asia-Eropa.

Sehingga, kontribusi pendapatan dari kapal ini berpotensi mulai terlihat di semester II/2026.

Selain itu, CDIA berpotensi menambah kapal sebanyak 6 kapal lagi. Target manajemen sekitar 20 kapal hingga akhir 2026 meliputi gas, Chemical, dan dry bulk. Sampai semester I/2026, armada CDIA baru ada 14 kapal.

Kedua, CDIA juga mengintegrasikan bisnis dengan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) dan PT Petrosea Tbk. (PTRO). CDIA mengakuisisi 40 persen saham PT Armada Maritim Persada dari CUAN senilai 90 juta dolar AS dan 49 persen saham Petrosea Services Solutions Pte. Ltd senilai 15,5 juta dolar AS.

Dari transaksi ini, CDIA mendapatkan akses bisnis logistik pertambangan hingga jasa pengelolaan pelabuhan dari Armada Maritim Persada. Lalu, akses customer PTRO hingga diversifikasi arus kargo.

Ketiga, CDIA juga memberikan fasilitas pinjaman kepada Aster Port and Terminal senilai 87,45 juta dolar AS. Dalam skema pinjaman itu, CDIA punya opsi konversi seluruh fasilitas menjadi saham dengan porsi maksimal 16,5 persen. 

Aster Port and Terminal memiliki bisnis penyimpanan barang berbahaya seperti kimia dan sebagainya.

Selain itu, CDIA juga memberikan fasilitas pinjaman ke Aster Power Pte. Ltd senilai 64,8 juta dolar AS dengan skema bisa dikonversi menjadi saham maksimal 20 persen dari total lembar saham. 

Aster Power bergerak di bidang Transmisi, distribusi, dan penjualan listrik.

Keempat, CDIA punya hak exercise untuk bisa memiliki 51 persen saham dari anak usaha PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) yang bergerak di bidang terminal dan penyimpanan di Cilegon. Skema itu muncul di instrumen Equity linked bond senilai 326 juta dolar AS dengan tingkat kupon 6,8 persen per tahun.