9 Subsektor Saham yang Lagi Murah, Berikut Saham yang Bisa Dilirik untuk Jangka Menengah

Kami mencoba screening apa saja sub-sektor saham yang lagi murah dalam kondisi IHSG lagi sideways, serta gambaran peluang dan risiko masing-masing sub-sektor.

Share
saham diskon

Mikirduit – Kami mencoba screening 34 sub-sektor yang ada di IDX. Dari screening itu, kira-kira apa sub sektor yang sudah diskon? 

Adapun, cara deteksi sub-sektor yang sudah murah itu dengan menggunakan:

  • Perbandingan saham di sub-sektor tersebut terkait valuasi band-nya. Kami menggunakan pendekatan konservatif dengan asumsi diskon jika PBV di bawah PBV standard deviasi -1 dalam 3 tahun
  • Tren penurunan harga saham yang terjadi di subsektor tersebut

Hasilnya, ada 9 subsektor yang masuk kategori murah dan agak murah dari penelusuran kami. Siapa saja mereka, dan apa sahamnya, serta momentum untuk bangkit beserta skenario terburuknya.

Di luar subsektor ini bukan berarti seluruh sahamnya mahal, tapi ada yang murah juga. Kami akan membahas saham-saham murah di subsektor yang lagi mahal di tulisan selanjutnya.

Posisi Subsektor Saham di Indonesia yang Lagi Murah dan Mahal

Subsektor Murah Agak Murah Fair Value Agak Mahal Mahal
Perdagangan ritel barang primer
Makanan dan Minuman
Produk rumah tangga tidak tahan lama
Rokok
Media dan hiburan
Perdagangan ritel
Pakaian dan barang mewah
Otomotif dan komponen otomotif
Barang rekreasi
Barang rumah tangga
Jasa konsumen
Migas dan batu bara
Energi alternatif
Perangkat lunak dan jasa IT
Perangkat keras dan peralatan teknologi
Farmasi dan riset kesehatan
Jasa dan peralatan kesehatan
Properti
Barang baku
Transportasi
Logistik dan pengantaran
Asuransi
Jasa Pembiayaan
Bank
Jasa Investasi
Holding dan Investasi
Perusahaan Holding Multi Sektor
Barang Perindustrian
Jasa Perindustrian
Konstruksi bangunan
Infrastruktur transportasi
Telekomunikasi
Utilitas

Sub-sektor Makanan dan  Minuman

Subsektor makanan dan minuman masuk ke predikat agak murah. Total akumulasi saham yang terhitung diskon dengan PE dan PBV band sekitar 14 persen dari total 85 saham. Lalu 52 dari 85 saham telah mengalami koreksi sepanjang 2026 hingga 15 September 2026. 

Saham-saham di sektor ini tertekan oleh dua faktor:

  • Faktor freeze hingga didepak MSCI yang dialami ICBP dan CPIN
  • Persepsi risiko daya beli yang melambat

Dari catatan kami secara keseluruhan, posisi saham yang lagi diskon secara hitungan teknis antara lain: ICBP, CPIN, CMRY, MYOR, STTP, CLEO, TGKA, TBLA, MAIN, TRGU, CAMP, dan WINE.

Namun, dari pilihan itu, yang masuk dalam skema investing (dan beberapa sudah masuk ke pilihan Mikirduit) antara lain, ICBP, CPIN, CMRY, MYOR, CLEO, TBLA, dan MAIN.