Jika Suku Bunga The Fed Naik 25 bps - 50 bps di Akhir Tahun, Begini Hal yang Harus Diperhatikan dari Saham AI

Dalam riset sebelumnya, kami membahas jika kenaikan suku bunga 25 bps tidak akan berdampak signifikan terhadap saham AI. Masalahnya, jika suku bunga naik 2 kali lagi, apa dampaknya?

Share
saham AI

Mikirduit – Federal Reserve menaikkan suku bunga sebesar 25 bps menjadi 3,75 persen - 4 persen. Salah satu yang menjadi perhatian adalah potensi kenaikan lanjutan sekitar 25 bps - 50 bps di sisa tahun ini. Jika total kenaikan suku bunga The Fed sepanjang 2026 menjadi 50-75 bps, bagaimana dampaknya terhadap saham AI dan yang terkait?

Sebelumnya, kami menganalisis dampak dari kenaikan suku bunga the Fed sebesar 25 bps terhadap saham-saham terkait AI. Hasilnya, dampaknya masih minim belum sampai mengganggu rencana ekspansi data center hyperscale-nya. Penjelasan lengkap ada di sini. 

Pertanyaannya, bagaimana jika ada kenaikan suku bunga yang agresif di sisa tahun ini? Dalam sisa tahun ini, The Fed hanya menyisakan dua pertemuan lagi, yakni pada 28 Oktober 2026 dan 9 Desember 2026. Dalam perkembangannya, per 17 September 2026, CME Fedwatch memperkirakan probabilitas kenaikan suku bunga sebesar 25 bps di Oktober hanya sebesar 53 persen, dengan 47 persen kemungkinan ditahan. 

Namun, menariknya saat melihat proyeksi di Desember 2026, ada dua kemungkinan terbesar yang terjadi:

  • Probabilitas kenaikan suku bunga sebesar 25 bps menjadi 4 persen - 4,25 persen sebesar 48,4 persen
  • Probabilitas kenaikan suku bunga sebesar 50 bps menajdi 4,25 persen - 4,5 persen sebesar 39,7 persen. Artinya, secara probabilitas 88 persen yakin suku bunga naik di Desember 2026 karena hanya 11,9 persen yang memproyeksikan ditahan 3,75 persen - 4 persen.

Lalu, apakah suku bunga The Fed pasti akan naik di Desember 2026? jawabannya akan tergantung data-data inflasi yang menjadi salah satu acuan kebijakan tersebut. Jika inflasi AS mampu turun ke bawah 3 persen, bahkan dengan posisi 2,9 persen, The Fed sangat mungkin mulai memilih jalur menahan suku bunga.

Nah, jika ada kenaikan suku bunga hingga 25 bps - 50 bps lagi, bagaimana dampaknya ke saham AI?

Sebelumnya, kami mencatat beberapa saham AI yang berisiko terhadap potensi kenaikan suku bunga dari pengembang AI antara lain Oracle Corp. (NYSE:ORCL), CoreWeave Inc. (NASDAQ: CRWV). Lalu, dari infrastruktur pendukung ada beberapa yang cukup berisiko, yakni  Nvidia Corp. (NASDAQ:NVDA), Super Micro Computer Inc. (NASDAQ: SMCI), Broadcom Inc. (NASDAQ: AVGO), Marvell Technology Inc. (NASDAQ: MRVL), dan DELL Technologies Inc. (NYSE: DELL).

Dalam perhitungan skenario kami selanjutnya, jika hanya kenaikan 25 bps dalam sisa tahun ini, harusnya itu tidak akan terlalu signifikan untuk mengganggu ekspansi dari saham AI dan data center hyperscale. 

Namun, kondisi kenaikan suku bunga 25 bps lagi berpotensi cukup terasa di CRWV dan MSCI. Alasannya, kedua saham itu punya kombinasi paling sensitif antara ketergantungan dengan boom AI serta kebutuhan pendanaan untuk modal kerjanya. 

CRWV memiliki dampak langsung karena banyak utangnya dalam bentuk floating rate. Dengan tambahan total 50 bps untuk 2 kali kenaikan suku bunga tahun ini, berarti ada potensi kenaikan beban bunga hingga 60 juta dolar AS per tahun. Ditambah, CRWV masih membiayai pembelian GPU dan pembangunan data center yang membutuhkan tambahan utang baru dengan tingkat bunga yang lebih besar.

Di sisi lain, dampak kenaikan bunga memang cenderung lebih kecil bagi SMCI dibandingkan dengan CRWV. Dengan total utang floating rate senilai 4,05 miliar dolar AS, kenaikan 50 bps berpotensi menaikkan tingkat beban bunga hingga 20 juta dolar AS. 

Masalahnya, SMCI membutuhkan modal kerja untuk membeli GPU, memory, jaringan, racks, dan liquid cooling sebelum pendapatannya benar-benar didapatkan. Jika ada faktor penundaan proyek bisa membuat SMCI yang sudah menyetok bahan baku tidak mendapatkan pendapatan tersebut dalam waktu dekat. 

Meski, dalam kenaikan suku bunga the Fed 25 bps lagi belum akan mengganggu proyek data hyperscale secara signifikan. 

Masalahnya adalah jika kenaikan suku bunga terjadi tiga kali di tahun ini atau ada kenaikan 50 bps lagi di sisa tahun ini. Kondisi itu akan menguji tingkat keekonomian proyek. 

Risiko pembiayaan dari ORCL dan CRWV meningkat, SMCI dan DELL berpotensi mencatatkan risiko kredit modal kerja. Mereka sudah menyetok cukup banyak persediaan, tapi tidak terkonversi menjadi cash. Hingga NVDA dan MRVL mulai sensitif jika guidance belanja modal dari kliennya mulai direvisi.

8 Metriks yang Wajib Dipantau untuk Melihat Potensi Boom AI Berakhir atau Berlanjut

Ada 8 faktor yang bisa menentukan arah saham AI ke depannya.

Pertama, respons dari 4 saham teknologi besar terkait anggaran belanja modal di 2027 setelah kenaikan suku bunga The Fed hingga akhir tahun ini.