Nasib Saham Related AI Jelang rapat The Fed, MSFT hingga ANET Bisa Dipantau?

Jelang pertemuan The Fed, saham-saham AI dikhawatirkan mengalami koreksi. Namun, seberapa besar dampak kenaikan suku bunga 25 bps terhadap saham-saham AI? kami ulas di sini

Share
saham AI

Mikirduit – Spekulasi kenaikan suku bunga The Fed pada 16 September 2026 semakin menguat. Lalu, seberapa besar dampaknya terhadap saham-saham AI terkait? Kami mengukur risiko untuk dua kategori saham yang terkait AI.

Kami membagi dua kategori saham AI, yakni saham yang melakukan ekspansi dan menggelontorkan belanja modal AI yang cukup besar dan saham yang mendapatkan pesanan produk yang signifikan karena adanya anggaran belanja modal AI yang sangat besar tersebut.

Dari dua hal itu, risiko kenaikan suku bunga The Fed bisa berdampak terhadap:

  • Jika suku bunga naik, pinjaman baru yang akan diambil untuk membiayai ekspansi bisa mencatatkan beban yang lebih signifikan. Ditambah, hasil pengembangan AI berpotensi tidak terserap secara optimal karena ekonomi yang melambat.
  • Jika ekspansi dari para perusahaan teknologi pengembang AI melambat bisa berdampak terhadap perusahaan yang mendapatkan eksposur pesanan produk pendukung pengembangan AI. 

Namun, The Fed baru akan menaikkan suku bunga sebesar 25 bps sehingga secara riil dampaknya minimal, kecuali emiten terkait membutuhkan penerbitan utang baru yang membuat tingkat bunganya menjadi lebih tinggi.

Jadi, siapa yang paling terdampak dan cenderung memiliki daya tahan dari segi kualitas bisnisnya?

Kategori Saham yang Melakukan Ekspansi Jumbo untuk Pengembangan AI

Ada enam saham yang melakukan ekspansi AI yang signifikan, yakni Amazon.com Inc. (NASDAQ:AMZN), Alphabet Inc. (NASDAQ:GOOGL), Microsoft Corp. (NASDAQ:MSFT), Meta Platforms Inc. (NASDAQ: META), Oracle Corp. (NYSE:ORCL), CoreWeave Inc. (NASDAQ: CRWV). Lalu, siapa yang paling berisiko jika suku bunga The Fed naik 25 bps?

Jika dilihat, saham teknologi yang memiliki anggaran belanja modal terbesar adalah AMZN senilai 220 miliar dolar AS. Kedua terbesar ada GOOGL sekitar 195 miliar - 205 miliar dolar AS, serta ketiga ada MSFT sebesar 175 miliar dolar AS. 

Namun, jika dilihat dari skala utang terbaru, AMZN masih menjadi yang terbesar senilai 133 miliar dolar AS, sedangkan ORCL berada di posisi kedua senilai 125,3 miliar dolar AS, dan GOOGL berada di posisi ketiga senilai 101 miliar dolar AS.

Dalam memperhitungkan risikonya, kami membandingkan posisi cash serta net debt/cash untuk melihat risiko dampak dari kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 bps secara riil.

Comparison of Major AI CapEx Spenders in 2026

Stock Planned / Run-Rate CapEx Latest Debt Cash + Securities Net Debt / Cash Sensitivity to +25 bps AI Funding Risk
AMZN ~US$220B in 2026 ~US$133B face value of long-term debt ~US$123B ~US$10B net debt Low direct impact Low
GOOGL US$195B–US$205B in 2026 ~US$101B US$242B ~US$141B net cash ~US$4.5M/year from current floating-rate exposure Very Low
MSFT ~US$175B in CY2026; FY2027 expected to rise YoY ~US$46B principal US$76.8B ~US$31B net cash Minimal Very Low
META US$130B–US$145B in 2026 ~US$84B US$90.3B ~US$6B net cash Almost no direct impact Low
ORCL US$28.5B in Q1 FY2027; very aggressive expansion ~US$125.3B ~US$37.1B ~US$88B net debt Minimal on existing fixed-rate debt, but refinancing risk is higher High
CRWV US$31B–US$35B in FY2026 US$35.6B ~US$5.5B ~US$30B net debt ~US$30.5M/year for every +25 bps on current floating-rate exposure Very High

Note: Interest-rate sensitivity is not calculated by simply applying a 25-basis-point increase to total debt. The impact depends primarily on floating-rate debt, refinancing needs and the cost of issuing new debt.

Saham yang Hanya Mendapatkan Dampak Paling Minimal Jika Suku Bunga The Fed Naik 25 Bps

Hasilnya, saham yang berpotensi terdampak paling rendah adalah MSFT. Alasannya, perseroan masih mencatatkan net debt dalam posisi cash ada sekitar sekitar 141 miliar dolar AS. Ditambah, utang existing memiliki skema fix rate yang berarti dampak terhadap kenaikan suku bunga The Fed 25 bps sangat rendah.

MSFT menganggarkan belanja modal senilai 116 miliar dolar AS untuk membeli perangkat keras komputasi dengan siklus pendek (yang harus diperbarui secara berkala). Lalu, melakukan peremajaan komputasi awan dan penambahan rak server untuk meningkatkan kapasitas Microsoft Azure. Lalu, senilai 25 miliar dolar AS dari 116 miliar dolar AS menjadi biaya kenaikan harga akibat kenaikan harga komponen seperti RAM dan storage yang meningkat di pasar.