Menanti Debut Right Issue IRSX Setelah Ganti Pengendali, Begini Prospeknya
IRSX kembali meminta persetujuan right issue yang sama seperti setahun lalu. Apakah setelah persetujuan kali ini akan bisa direalisasi?
Mikirduit – Saham IRSX berencana melakukan right issue kedua yang porsi-nya cukup jumbo. Lalu, bagaimana prospek saham IRSX ke depannya?
IRSX berencana menerbitkan 12,39 miliar lembar saham baru yang setara 66,67 persen dari total saham perseroan. Tingkat rasio right issuenya sekitar 1:2 yang artinya skalanya cukup jumbo.
Dari aksi right issue ini, IRSX juga menerbitkan waran seri II dengan rasio 15 lembar saham baru dari right issue berarti bisa mendapatkan 1 waran.
Dengan begitu, jika ingin punya 1 lot bonus warannya, minimal harus punya 8 lot saham IRSX. Jika tidak ingin ada odd lot warannya minimal punya 1500 lembar saham IRSX agar bisa dapat 2 lot waran.
Dalam prospektus awal ini, belum ada detail terkait pembeli siaga. Tapi, jumlah lembar saham yang diumumkan sekarang masih bisa berubah berdasarkan hasil RUPSLB, sehingga jumlah lembar saham bisa berkurang dari rencana perseroan.
Dalam prospektus awal ini, IRSX juga belum mengumumkan rencana penggunaan dana right issue dengan lebih detail. Nantinya, IRSX berencana melakukan RUPSLB pada 24 September 2026 untuk meminta persetujuan right issue. Permintaan persetujuan rencana right issue oleh IRSX ini adalah yang kedua kalinya untuk satu aksi korporasi yang sama. Pasalnya, setelah 12 bulan mendapatkan persetujuan, IRSX tidak kunjung melakukan right issue.
Sebelumnya, dalam prospektus right issue yang lebih lengkap dan sempat dirilis pada Januari 2026, IRSX sempat berencana menghimpun dana dari right issue senilai Rp3,7 triliun dengan harga pelaksanaan di Rp300 per saham. Dalam prospektus di Januari 2026 itu, pengendali IRSX saat ini menjadi pembeli siaganya. Dari total dana yang himpun itu, IRSX berencana menggunakannya untuk beberapa poin ini:
Pertama, Rp2,03 triliun digunakan untuk penyetoran ke anak usaha PT Folago Karya Indonesia, yang dulunya bernama PT Jaya Gemilang Wong yang memiliki bisnis konsultasi dan manajemen terkait artis. Anak usaha ini akan fokus dalam bisnis Multi Channel Networking untuk mendukung konten kreator di media sosial.
Dananya akan digunakan untuk seperti program inkubasi, serta akuisisi hak komersial jangka panjang atas kerja sama dengan artis, influencer, affiliator, pengelolaan, monetisasi hak komersial, termasuk konten, distribusi, endorsement, affiliate marketing dan lainnya.
Kedua, Rp818 miliar digunakan untuk penyetoran modal ke PT Folago Digital Media, sebelumnya bernama PT Tiger Wong Internasional. Dari total dana itu, senilai Rp713 miliar akan digunakan untuk promotor konser, Event, biaya fee talent, dan lainnya, Rp105 miliar untuk akuisisi pengembangan, pengelolaan jaringan kreator, termasuk program inkubasi dan akselerasi bagi konten kreator.
Ketiga, Rp517 miliar digunakan untuk penyetoran modal ke penyetoran ke anak usaha PT Folago Picture Indonesia yang digunakan modal kerja untuk biaya produksi dan distribusi konten
Keempat, Rp175 miliar digunakan untuk penyetoran modal ke anak usaha PT Digital Nata Karya yang Rp62 miliar untuk pengembangan sistem ticketing offline dan Online, sedangkan Rp113 miliar untuk pembelian produk digital dan PPOB
Kelima, Rp35 miliar digunakan untuk penyetoran ke anak usaha PT Folago Gaya Hidup modal kerja pemasaran hingga monetitsasi konten.
Keenam, Rp4,8 miliar digunakan untuk setoran ke anak usaha PT Folago Artificial Intelligent Commerce untuk pengembangan AI dalam mengelola konten, analisis data, dan optimalisasi monetisasi.
Ketujuh, Sisanya digunakan untuk modal kerja IRSX.
Tapi, rencana right issue itu tenggelam begitu saja. Hingga akhirnya rencana itu kembali muncul dengan permintaan persetujuan dari RUPSLB lagi.
Perkembangan Bisnis IRSX
Dari sisi realisasi kinerja keuangan sejak diakuisisi Matra Abadi pada 8 Agustus 2025, IRSX sudah mulai mengalami perubahan bisnis, meski rencana right issue jumbo masih tertunda.
Hingga kuartal I/2026, IRSX mencatatkan posisi laba bersih senilai Rp3,29 miliar dibandingkan dengan rugi Rp630 juta pada periode sama tahun sebelumnya.