Saham HEAL Terdiskon di Tengah Risiko Utilisasi yang Turun Saat Agresif Ekspansi

Saham HEAL terdiskon dalam kondisi laba bersih tertekan. Faktornya, ekspansi agresif yang dilakukan belum menghasilkan pendapatan yang optimal. Jadi, menarik atau tidak?

Share
saham HEAL

Mikirduit – Saham HEAL menjadi saham diskon anomali termurah keempat. HEAL mencatatkan posisi PBV sebesar 1,98 kali di bawah dari PBV standard deviasi -2 yang berada di 2,52 kali.

Jika melihat kinerja keuangan HEAL per semester I/2026, ada beberapa yang bisa jadi perhatian untuk saham ini:

Pertama, dari segi pertumbuhan pendapatan masih positif naik 6,5 persen menjadi Rp3,6 triliun. Namun, tekanan laba bersih masih terjadi dengan penurunan sebesar 14,1 persen menjadi Rp193 miliar.

Kedua, pendapatan HEAL cukup sehat, terutama dari bisnis rumah sakit. Pendapatan rawat inap naik 11,6 persen, rawat jalan naik 1,9 persen sehingga total pendapatan rumah sakit tumbuh 7,9 persen menjadi Rp3,5 triliun. 

Namun, ada tekanan dari segi bisnis non-rumah sakit yang turun 30,8 persen menjadi Rp842 miliar. 

Ketiga, penyebab tekanan gross profit margin turun antara lain,  kenaikan biaya obat sekitar 4,4 persen menjadi Rp824 miliar. Lalu, ada kenaikan repair dan maintenance sebesar 21 persen menjadi Rp149 miliar.

Keempat beban depresiasi cukup tinggi. Dalam bagian beban pokok pendapatan naik 14,3 persen dan di operasional naik 14,2 persen. Hal ini terjadi karena ekspansi aset rumah sakit yang sudah dibangun belum mencapai utilitas yang optimal.

Dalam laporan tahunan 2025, HEAL mencatatkan total 52 rumah sakit dan 8.666 tempat tidur yang lebih tinggi dari 8.252 tempat tidur dari tahun sebelumnya. Tapi, Bed occupancy rate (BOR) malah turun menjadi 69,8 persen menjadi 72,9 persen.

Prospek Saham HEAL 2026

HEAL memang menjadi emiten rumah sakit yang lagi ekspansi. Akhir 2025 kemarin, Hermina Salatiga beroperasi, lalu Hermina Badung di Bali juga direncanakan beroperasi pada 2026. 

Di luar itu, manajemen juga terus melirik potensi pembelian lahan baru dari Jatinegara, Bekasi, Mojokerto, Balikpapan, Situbondo, Karawang, Serpong, Arcamanik, dan Sukabumi. Sehingga runway ekspansi HEAL masih cukup panjang.