Peluang dan Risiko Saham HELI Menghadapi El Nino hingga Kontrak Jumbo yang Akan Selesai

Saham HELI memiliki korelasi kuat dengan El Nino karena layanannya dibutuhkan ketika ada karhutla. Lalu, bagaimana peluangnya saat ini?

Share
saham HELI

Mikirduit – Ada satu saham yang berpotensi diuntungkan jika ada risiko El Nino seperti kebakaran hutan dan lahan, yakni HELI. Saham penyewaan Helikopter itu menjadi langganannya Grup Sinarmas, serta BNPB jika dibutuhkan. Lalu, bagaimana prospeknya saat ini?

Saham HELI memiliki layanan charter helikopter dengan area wilayah operasional dari Pondok Cabe Tangerang, Seitapah Jambi, Riau Pekanbaru, Perawang Riau, Malaysia, Baung Palembang, Pontianak, Samarinda, dan Papua Timika.

Saat ini, beberapa kontrak besar berakhir pada 2026:

  • PT Satria Perkasa Agung, bagian dari APP Sinarmas memiliki kontrak hingga 3 September 2026
  • PT Arara Abadi, bagian dari APP Sinarmas memiliki kontrak hingga 2 Juli 2026. Belum ada kabar terkait perpanjang karena laporan keuangan kuartal II/2026 juga lagi di-limited review.
  • Grove Elok Persada memiliki kontrak hingga Oktober 2026 dengan opsi perpanjangan

Jika dilihat dari laporan keuangan terakhir saham HELI pada kuartal I/2026, perseroan mencatatkan pertumbuhan laba bersih dua digit sebesar  10,9 persen menjadi Rp2,08 miliar.

Pertumbuhan laba bersih itu didorong oleh beberapa faktor seperti:

  • Pendapatan naik tipis 1,4 persen menjadi Rp29,83 miliar
  • Beban pokok pendapatan tumbuh lebih lambat dari kenaikan pendapatan sebesar 0,7 persen menjadi Rp24,76 miliar. Hal itu membuat laba kotor HELI naik 4,8 persen menjadi Rp5,07 miliar
  • Meski beban usaha naik 43,1 persen menjadi Rp2,28 miliar, tapi perseroan mampu menekan beban keuangan yang turun 52,3 persen menjadi Rp1,26 miliar sehingga laba bersih HELI bisa naik 10 persen

Lalu, bagaimana peluang dan risiko saham HELI?

Peluang dan Risiko Saham HELI

Kami mulai dari segi risiko. Salah satu risiko terbesar saham HELI adalah konsentrasi pendapatan dari Grup APP Sinarmas. Apalagi, kontrak kerja sama akan berakhir pada 2026. Jika kontrak itu tidak diperpanjang bisa berdampak terhadap kinerja perseroan.

Sebenarnya, posisi saham HELI masih cukup kuat setelah bekerja sama dengan Grup Sinarmas selama 3 tahun. Jika mendapatkan perpanjangan, risiko ini akan berbalik menjadi sentimen positif.