Saham PWON Si Raja Mall yang Lagi Diskon, Begini Prospek Ke Depannya
Saham PWON bersama properti lainnya memang lagi diskon. Sentimen suku bunga tinggi juga jadi penghadang prospek. Tapi, apakah ada alasan PWON bisa jadi pilihan? simak prospeknya di sini
Mikirduit – PWON mencatatkan posisi PBV sebesar 0,54 kali sudah di bawah dari PBV standard deviasi -2 dalam 3 tahun terakhir yang sebesar 0,56 kali.
Saham PWON memang lebih sering dikenal sebagai saham raja mall di Indonesia. Pasalnya, PWON memiliki beberapa mall besar di Jakarta, Solo, Yogyakarta, hingga Surabaya. Di luar itu, PWON juga menjual rumah, kondominium, kantor, dan landbank.
Dari catatan laporan keuangan, PWON memiliki lahan yang belum dikembangkan seluas 363 hektar di Surabaya dan Jakarta. Jumlah landbank-nya mungkin tidak sebesar saham properti lainnya, tapi skala lahan itu cukup untuk pengembangan perkantoran hingga apartemen maupun mall dan perhotelan. Bahkan, untuk pengembangan residensial eksisting juga masuk cukup, meski tidak terlalu agresif.
Perbedaan terbesar PWON dengan saham properti lainnya adalah dari segi bisnis, mayoritas pendapatan sudah berasal dari recurring income.
Namun, tren kinerja keuangannya lagi tidak begitu bagus sepanjang paruh pertama tahun ini. PWON mencatatkan laba bersih turun 9.6 persen menjadi Rp1,25 triliun. Dengan kondisi tren pendapatan yang cenderung stagnan senilai Rp3,37 triliun.
Dari struktur bisnis, sebenarnya pendapatan dari recuring income dan hospitality naik. Dari mall, Office, service apartemen naik 5,3 persen menjadi Rp2,22 triliun, sedangkan dari hospitality naik 15 persen menjadi Rp669 miliar.
Masalahnya adalah dari segi penjualan residensial dan kantor yang turun 29,3 persen menjadi Rp480 miliar.
Lalu, penurunan laba bersih juga bukan karena kondisi bisnis memburuk. Toh, pendapatan tidak mengalami penurunan signifikan. Laba bersih turun karena ada beban lain-lain yang negatif Rp142 miliar dari sebelumnya senilai Rp110 miliar. Hal itu disebabkan karena tahun sebelumnya ada tender offer obligasi hingga ada kerugian selisih kurs.
Prospek Saham PWON di 2026
Secara umum, guidance 2026 PWON cukup moderat. Perseroan menargetkan marketing sales naik 18 persen menjadi Rp1,53 triliun, sedangkan EBITDA ditargetkan naik 8,6 persen menjadi Rp4,02 triliun.
Tantangannya, dari realiasasi semester I/2026, PWON hanya mencatatkan realisasi marketing sales Rp565 miliar. Artinya, PWON harus mengejar target hampir Rp1 triliun di 6 bulan paruh kedua tahun ini.
Sebelumnya, PWON juga sempat tidak mencapai target marketing sales 2025 setelah realisasinya hanya Rp1,3 triliun dari target Rp1,5 triliun atau 87 persen dari target.