NISP Lagi Diskon dengan Ambisi Masuk KBMI IV Secara Organik, Sinyal Dividen Lanjut Menciut?

Saham NISP lagi terdiskon di tengah berbagai aksi ekspansinya. Dari akuisisi bank Commonwealth, aset Wealth management HSBC, hingga integrasi dengan pihak afiliasinya di OCBC sekuritas dan Great Eastern. Jadi gimana prospeknya?

Share
saham NISP

Mikirduit – NISP mencatatkan posisi valuasi PBV-nya saat ini sebesar 0,65 kali setara dengan PBV standard deviasi -2 dalam 3 tahun terakhir yang juga berada di 0,65 kali.

Jika melihat realisasi kinerja keuangan NISP hingga semester I/2026, perseroan yang menjadi salah satu bank yang cukup agresif akuisisi (akuisisi Bank Commonwealth dan aset Wealth Management HSBC Indonesia) masih mencatatkan pertumbuhan yang moderat.

Laba bersih tumbuh 6,4 persen menjadi Rp2,73 triliun, sedangkan pendapatan bunga bersih naik 7,2 persen menjadi Rp5,85 triliun. Artinya, belum ada pertumbuhan yang terlalu mencolok.

Namun, salah satu sorotan ada di tren pendapatan bunga yang stagnan di Rp9,48 triliun, tapi cost of fund NISP lebih efisien dengan beban bunga yang turun 9,8 persen senilai Rp3,62 triliun sehingga pendapatan bunga bersih mengalami kenaikan.

Hal itu disebabkan dari dorongan pertumbuhan dana murah (dari giro dan tabungan) yang rasionya naik menjadi 57,96 persen menjadi 55,34 persen.

Catatannya, NISP mencatatkan kenaikan impairment atau pencadangan cukup signifikan menjadi senilai Rp484 miliar dibandingkan dengan Rp80 miliar pada periode sama tahun lalu.

Namun, perseroan mampu menjaga tingkat margin keuntungan dengan beroperasi lebih efisien. Hal itu terlihat dari tingkat cost to income rasio yang turun menjadi 45,19 persen dibandingkan dengan 47,44 persen.

Dari segi risiko kredit, tingkat non-performing loan gross (dari seluruh kolektabilitas yang dianggap sebagai kredit bermasalah) turun menjadi 1,86 persen dibandingkan dengan 1,92 persen. Meski, NPL net (kredit bermasalah setelah pencadangan) masih naik menjadi 0,72 persen dibandingkan dengan 0,68 persen.

Prospek NISP 2026

Manajemen pun membuat guidance untuk 2026 dengan pertumbuhan dana pihak berada di low double digit (sekitar 10-12 persen), LDR di bawah 80 persen, kredit valas high single digit (sekitar 8-9 persen), dan target menuju KBMI IV secara organik.

Jika dilihat, ada beberapa Event yang bisa ditunggu dari NISP, yakni realisasi dari investasi akuisisi Bank Commonwealth dan Wealth Management milik HSBC.

Lalu, dua hal itu dikolaborasikan dengan NISP yang menjadi konglomerasi setelah me-restrukturisasi kepemilikan OCBC Sekuritas dan Great Eastern (asuransi) ke perseroan.