Harga Saham IOT Jeblok Selaras Aksi Jual Rutin Insider, tapi Kinerja Meroket, Begini Prospeknya
Saham IOT mencatatkan penurunan harga signifikan bukan karena faktor kinerja bisnis memburuk, tapi ada aksi jual dari insider. Apa yang terjadi dengan Saham IOT?
Mikirduit – Saham Samsara Inc. (IOT) menjadi cukup menarik untuk dilirik sebagai value investing jangka menengah setelah harga sahamnya turun 54% dalam hampir satu tahun terakhir. Lalu, apa yang sebenarnya terjadi dengan saham Samsara dan bagaimana prospeknya?
Menariknya, penurunan harga saham IOT dalam setahun terakhir ini agak anomali. Pasalnya, kinerja keuangan Samsara sepanjang 2025 malah melampaui ekspektasi analis. Saham IOT memang baru IPO pada 2022. Pasca IPO, dalam 3 tahun, saham IOT naik 144% hingga tembus level tertinggi di angka 61 dolar AS per saham. Namun, itu menjadi level tertinggi terakhir IOT hingga akhirnya terus mengalami penurunan hingga level di bawah 30 dolar AS per saham saat ini.
Kami tidak menemukan cerita negatif terkait saham Samsara kecuali aksi jual beberapa pemegang saham kunci (insider) seperti manajemen. Dari catatan Nasdaq.com, dalam 12 bulan terakhir, ada 161 transaksi jual oleh insider saham IOT dengan total transaksi 222,72 juta lembar saham. Secara keseluruhan, total transaksi mencatatkan net sell jual sebanyak 8,32 juta lembar.
Adapun, modus penjualan yang dilakukan mayoritas sudah direncanakan sesuai 10b5-1, artinya sudah diatur dari jauh-jauh hari. Namun, penjualan yang dilakukan memang cukup masih untuk menjadi faktor penekan harga saham IOT.
Kami mencatat aksi jual dilakukan oleh beberapa pihak ini:
- Adam Eltoukhy, Chief Legal Officer & Secretary IOT
- Benjamin Louis Kirchhoff, Chief Accounting Officer
- John C. Bicket, Co-founder, CTO, dan Direktur pemilik lebih dari 10% saham perseroan (Transaksi yang dilakukannya menghibahkan saham ke keluarganya)
- Sanjit Biswas, CEO dan Co-founder
Transaksi penjualan rata-rata sudah diatur secara otomatis setiap bulan sejak 2025. Tujuannya untuk menghindari insider trading. Lalu, rata-rata transaksi dilakukan untuk diversifikasi portofolio dan aset likuid masing-masing pihak.
Kinerja Saham IOT
Di sisi lain, secara kinerja keuangan, Saham IOT masih cukup solid. Dari hitungan kinerja tahun fiskal 2026 untuk kuartal ketiga (hingga November 2025), pendapatan IOT tumbuh 30% menjadi US$1,17 miliar. Meski posisi bottom line masih merugi, tapi sudah mulai menipis hanya US$31,15 juta dibandingkan dengan US$143 juta dolar AS.
Menariknya, kinerja saham IOT diperkirakan terus bertumbuh. Dari konsensus analis, pendapatan IOT bisa mencapai US$2,82 miliar pada 2029. Jika dilihat sejak 2023, rata-rata pertumbuhan pendapatan perseroan sekitar 25% per tahun.
Lalu, IOT juga diprediksi mulai mencatatkan laba bersih sekitar US$47,9 juta pada 2027. Lalu, mampu tembus US$228 juta pada 2029.
Apa bisnis IOT sebenarnya? Jadi, IOT memiliki platform yang disebut connected operation cloud. Di sini, IOT menyediakan hardware untuk mengumpulkan data dari berbagai aktivitas. Nantinya, data-data tersebut akan dikirim ke cloud milik Samsara untuk menjadikan pemantauan operasional seperti, evaluasi supir truk, mengecek sisa bahan bakar pada alat berat, memastikan suhu pendingin di dalam kargo tetap stabil. Sehingga, bisnis riil bisa lebih efisien dan meningkatkan keamanan bekerja.
Pengguna produk IOT pun cukup beragam dari sektor transportasi dan logistik, konstruksi dan alat berat, supply chain makanan, minuman, dan farmasi, pemerintahan dan layanan publik, hingga manufaktur.
Lalu, keberadaan IOT juga tidak terdisrupsi dengan perkembangan Agentic AI. Bahkan, IOT yang memiliki data bisa berkolaborasi dengan Agentic AI. Untuk itu, kami menilai penurunan saat ini sangat anomali jika hanya terjadi penjualan otomatis yang sudah direncanakan dari para insider.
Strategi Action Saham Samsara
Kami membuat plan strategi di saham Samsara sebagai berikut:
- Area BUY: 24-29
- Risk terburuk (dari perkiraan saat ini): 19
- Target: 49
Meski terkesan menarik karena harga murah dan kinerja bertumbuh (bahkan mengalahkan ekspektasi analis), kami menilai risiko saham IOT ada di risiko ekonomi global.
Sekilas, produk IOT tidak akan menjadi target utama efisiensi biaya jika ada kondisi ekonomi memburuk. Pasalnya, keberadaan produk IOT juga membantu operasional pekerjaan menjadi lebih efektif dan efisien. Namun, jika kondisi perlambatan ekonomi sangat parah, bukan tidak mungkin ada tekanan kinerja signifikan. Kami menilai risiko paling buruk saham ini bisa mencapai US$8 per saham.